Termangu ku di depan pintu dapurku
kupandangi tomat yang ada di genggamanku
ranum
tetap saja kau buah kesayanganku
namun tak ada niatku tuk segera melahapmu seperti yang lalu
Kubersimpuh di depan kulkasku
ku pandangi bias yang t'lah lepas
ku menghela dalam sesak nya nafas
ternyata segalanya t'lah terbang bebas
Halus rasa rayapi dalam jiwa
membisikan puing-puing duka
yang tak sanggup lagi ku tidak meneteskan air mata
Lerailah hatiku dalam tangisan
diamlah kau walau dalam kehampaan
ternyata memang masih ada apel
selain tomat kesayangan
ah.......... sudahlah
bujuk batinku
yang kian membuat air mataku berderaian
di awal senjaku dalam tangisan
kupandangi tomat yang ada di genggamanku
ranum
tetap saja kau buah kesayanganku
namun tak ada niatku tuk segera melahapmu seperti yang lalu
Kubersimpuh di depan kulkasku
ku pandangi bias yang t'lah lepas
ku menghela dalam sesak nya nafas
ternyata segalanya t'lah terbang bebas
Halus rasa rayapi dalam jiwa
membisikan puing-puing duka
yang tak sanggup lagi ku tidak meneteskan air mata
Lerailah hatiku dalam tangisan
diamlah kau walau dalam kehampaan
ternyata memang masih ada apel
selain tomat kesayangan
ah.......... sudahlah
bujuk batinku
yang kian membuat air mataku berderaian
di awal senjaku dalam tangisan
Blitar, 020512
Tidak ada komentar:
Posting Komentar