Senin, 11 Juni 2012

=♥= Rintih Seorang Pelacur =♥=

oleh: Rahysta

Jerit lirih di tepi ranjang
Sembab mata lusuh pikiran
Tersaji saat pagi merayapi siang
Dalam pekik ratap penuh keletihan
Yang harus merelakan tubuhnya di gerayangi si hidung belang
 
Sebuah takdir ataukah kebetulan
Jalani hidup penuh caci makian
Terhujat penuh hinaan
Karena nasip yang tak sepadan

Pernah kau tanya mengapa????........


Tuk menghidupi ke-3 putrinya yang masih balita

Ditinggal suami tanpa kata dan harta
Pergi ke kota ingin bekerja
Dijual pula oleh si laknat durja

Dalam rintihnya

Menggenang telaga air mata
Membisikan sebuah kata
Maafkan bunda anaku
Jangan pernah ikuti jejak ibumu
Carilah pandai agar tak di bodohi

Tunggu bunda pulang bersama pahlawan

Yang tlah selamatkan kita dari api neraka
Terima dia sebagai ayahandamu dan kita mulai lembaran baru
Dalam rengkuhan kasih dan ridho ALLAH


Blitar, 240412

Tidak ada komentar:

Posting Komentar