Pagiku terasa berseri
walau mentari redup
berselimutkan awan hitam
Tetesan embun masih membasah di wajah daun
menyejukan kalbu yang terbalut rindu
diantara hangat sapa dan doa
ketika fajar membuka mata
Pun juga kuncup cintaku
kian tumbuh liar diantara ilalang
walau tak musim hujan
setetes embun mampu menumbuhkan tunas baru
di puing-puing reruntuhan hatiku
S'moga kuncup cintaku kan tetap terjaga
sampai saat kita berjumpa
dalam rengkuhan ridho Sang Pencipta
dan tak akan layu sebelum waktunya
hanya tuk'mu seorang
walau mentari redup
berselimutkan awan hitam
Tetesan embun masih membasah di wajah daun
menyejukan kalbu yang terbalut rindu
diantara hangat sapa dan doa
ketika fajar membuka mata
Pun juga kuncup cintaku
kian tumbuh liar diantara ilalang
walau tak musim hujan
setetes embun mampu menumbuhkan tunas baru
di puing-puing reruntuhan hatiku
S'moga kuncup cintaku kan tetap terjaga
sampai saat kita berjumpa
dalam rengkuhan ridho Sang Pencipta
dan tak akan layu sebelum waktunya
hanya tuk'mu seorang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar