oleh: Rahysta
Pesona jingga di langit senja
tak lagi bisa nikmati indahnya
kala bersua kata tergores hati terluka
memoreh sekelumit perih...
menghias kebisuan lara
tersaput buih gelombang duka
dalam alunan galau yang menyiksa
Mengapa.....
mengapa emosi selalu yang bicara
mengapa cemburu dan curiga jadi pemicunya
sengketapun tiada pula di hindarkan nya
memasung dalam pesona duka
lelehkan beningnya telaga air mata
lepas.....
lepaskan emosi yang membakar jiwa
tak lagi bisa nikmati indahnya
kala bersua kata tergores hati terluka
memoreh sekelumit perih...
menghias kebisuan lara
tersaput buih gelombang duka
dalam alunan galau yang menyiksa
Mengapa.....
mengapa emosi selalu yang bicara
mengapa cemburu dan curiga jadi pemicunya
sengketapun tiada pula di hindarkan nya
memasung dalam pesona duka
lelehkan beningnya telaga air mata
lepas.....
lepaskan emosi yang membakar jiwa
padam...
padamkan api cemburu yang membelenggu rasa
sebelum segalanya binasa
tegakkan bait CINTA yang hampir tenggelam
terseret arus gelombang samudra jiwa
Blitar, 170312
Tidak ada komentar:
Posting Komentar