Rinai-rinai hujan sisa semalam
Telah membuyarkan tirai mimpi di pagi hari
hadirnya bayangan hitam
yang selalu datang mengusik kedamaian
senantiasa ku dambakan
dalam nyata usapmu ku rindukan
Ayah....
walau hadir kehidupan baru yang lebih bahagiakanmu
namun disini ada sisi hati yang merindui
tetesan darahmu yang t'lah menjadi manusia dewasa
mengharap hadirmu tuk mencium keningku
menjabat tanganmu tuk meminta restu
Ayah....
Tak pernah ku menyalahkanmu
atas runtuhnya bahtera bahagia
tidak ayah... tidak pula ibunda...
smua t'lah jadi takdir dari yang kuasa
ku harus besar tanpa belaian kasih sayangmu
tidak pula hati membencimu
Bagaikan mawar hitam
yang haus kan kasih sayangmu
ku ingin tetap tumbuh dalam ayunan kidung rindu
memohon kepadamu ayah....
ingatlah kami anak-anakmu
ratap di setiap doa yang 'ku panjatkan
moga ayah di beri sehat dan selamat
hingga kita bisa bertemu dalam keadaan yang lebih damaikan hati
Telah membuyarkan tirai mimpi di pagi hari
hadirnya bayangan hitam
yang selalu datang mengusik kedamaian
senantiasa ku dambakan
dalam nyata usapmu ku rindukan
Ayah....
walau hadir kehidupan baru yang lebih bahagiakanmu
namun disini ada sisi hati yang merindui
tetesan darahmu yang t'lah menjadi manusia dewasa
mengharap hadirmu tuk mencium keningku
menjabat tanganmu tuk meminta restu
Ayah....
Tak pernah ku menyalahkanmu
atas runtuhnya bahtera bahagia
tidak ayah... tidak pula ibunda...
smua t'lah jadi takdir dari yang kuasa
ku harus besar tanpa belaian kasih sayangmu
tidak pula hati membencimu
Bagaikan mawar hitam
yang haus kan kasih sayangmu
ku ingin tetap tumbuh dalam ayunan kidung rindu
memohon kepadamu ayah....
ingatlah kami anak-anakmu
ratap di setiap doa yang 'ku panjatkan
moga ayah di beri sehat dan selamat
hingga kita bisa bertemu dalam keadaan yang lebih damaikan hati
Blitar, 020412
Tidak ada komentar:
Posting Komentar